How to Start Your Day Happy

by - February 02, 2015



Pagi-pagi, ketemu dengan macet, deg-degan apakah akan terlambat atau tidak. Sampai ke kantor buru-buru dan lapar karena belum sarapan, dan sambil sarapan menghadapi tumpukan pekerjaan lalu jadi pusing sendiri. Pulang pun merasa tidak dapat menyelesaikan apa pun... familier?

Ada orang yang bisa memulai setiap harinya dengan semangat '45, tapi itu pastinya bukan saya. Tiap minggu selalu ada alasan bagi saya untuk capek dan kepingin melanjutkan hari Minggu dengan hari Minggu yang lain. Capek, pusing, dan pastinya malas. Bekerja Senin-Jumat membuat hari Sabtu dan Minggu terasa jadi super berharga dan bagaikan hadiah, tetapi hal itu juga dengan mudah membuat hari-hari yang lain terasa seperti neraka. Kasihan juga ya, padahal mereka 'kan nggak bersalah apa-apa, cuma dijadikan hari kerja. Kalau lagi begitu saya merasa jadi manusia paling payah sedunia, tapi ternyata sepertinya majority of netizens juga sering merasakan hal serupa.

jadinya mikir, ah nggak apa apa deh. (nggak)

"Happiness is not something ready made. It comes from your own actions."- dalai lama


Sekali punya rutinitas, mudah buat kita untuk jatuh ke lubang yang rawan bosan dan stres. Entah karena tanggung jawab kerja, rapat tidak efektif, atau yang lainnya; hal sederhana yang bikin kita jadi malas sekadar untuk memulai hari Senin. But here is the good thing: Suka atau tidak, tetap ada tanggung jawab yang harus kerjakan. It's our life and we can do it freely. kita bisa memilih untuk jadi bahagia dan tidak. Oh, of course, I choose the former.

Nah, bisa saja kita memilih langkah radikal seperti petualangan Eat, Pray, Love a la Julia Roberts atau segera memasukkan surat mengundurkan diri dan memulai bisnis baru di bidang perdamaian dunia, tapi mari buat kebahagiaan lewat hal-hal yang sederhana dulu.




Wake up earlier

Sebuah studi ilmiah menyebutkan bahwa orang yang produktif di pagi hari memiliki lebih banyak proaktivitas daripada yang baru aktif di malam hari. Tentu saja ini bukan hanya alasan mengapa kita harus bangun pagi. Untuk yang bekerja dengan workweek standar Senin-Jumat 9-5, bangun pagi akan membuat kita memiliki waktu lebih lapang untuk bersiap-siap dan memberikan motivasi tambahan. So don't hit that snooze button and wake up.

Buat saya, bangun pagi kadang terasa sangat mudah tapi seringkali sangat sulit. Faktanya saya selalu merasa senang setiap kali bangun pagi tapi juga super malas untuk melakukannya. Saya masih nggak bisa bangun begitu alarm bunyi satu kali. Maka untuk menipu diri sendiri, saya memasang lima alarm dalam satu periode waktu. Membiarkan saya menekan snooze tanpa harus bangun terlambat. Huehehehe.

Outsmart the traffic

"Hari kerja" bagi kebanyakan orang dimulai sejak kita keluar rumah dan bertemu dengan kemacetan pagi hari orang-orang yang sesama bekerja. Oh, dan juga anak sekolah. Bertemu dengan macet dapat membuat kita lelah secara psikologis, dan ketika bertemu dengan pekerjaan di kantor, rasanya saya sudah separuh hilang. Untuk menghindari kemacetan tentu saja dapat dimulai dengan bangun lebih awal, sehingga dapat berangkat lebih awal juga. Kemacetan cenderung lebih sedikit bila kita berangkat lebih dulu, dan dengan sendirinya juga memberikan perasaan lapang.

Di Bandung, banyak sekali pengguna motor. Namun saya memilih menggunakan kendaraan umum, angkot. Memang sih sebenarnya ongkosnya jadi terhitung lebih mahal daripada kalau saya mengendarai motor sndiri. Tetapi hal ini juga memberikan saya banyak keuntungan--saya bisa tidur di angkot (BEST part), melakukan hal lain seperti browsing atau membaca buku, dan tidak perlu ikut berpikir bagaimana caranya menembus kemacetan dan berurusan dengan jalanan secara langsung alias jadi sopir.

Pick your desired transportation method and go to work earlier. Moda transportasi di sini untungnya masih cukup bersahabat, biarpun well yeah there are some downs and lows too.

Listen to the right Music

Fanmix and Music Mixes nggak muncul karena mereka tidak bermanfaat. Mendengar musik yang tepat bisa berpengaruh ke mood kita dan ini dimulai sejak bangun tidur.... how? Daripada memilih alarm dengan suara bip bip bip lebih baik memilih lagu yang membuat kita ingin ikut menyanyi juga atau lebih baik lagi bangun dan menggerakkan tubuh. Tapi jangan pilih lagu yang terlalu keras atau kepala malah akan jadi sakit. Saya suka memilih lagu dari depapepe atau akustik yang lain untuk jadi dering alarm.

Lalu di jalan atau saat bekerja juga bisa mendengarkan musik. Hum along to your favorite song and make this day happy. Ya, nggak semua orang bisa bekerja dengan musik sih, ada juga yang malah jadi terdistraksi. Tapi buat saya, bersenandung ketika bekerja bisa membuat saya lupa kalau saya sedang berada di kantor dan bisa mengerjakan hal-hal dengan lebih senang. 8tracks juga menyediakan banyak pilihan playlist untuk dicoba, siapa tahu menemukan artis baru.



Make tiny goals

Ketika melewati rutinitas mingguan, mudah buat kita untuk lupa dengan tujuan dan tenggelam dalam rutinitas itu. Lalu kalau bosan kita menyalahkan rutinitas, padahal nggak selamanya rutinitas itu harus membosankan. Membuat tujuan setiap hari akan membuat pikiran bersih dan membantu kita merasa sudah mencapai sesuatu ketika hari itu berakhir--thus, siap untuk menghadapi hari baru dengan pikiran baru dan tentu saja tujuan baru.

Hal ini bisa sesederhana memakan makanan kesukaan di jam makan siang atau membereskan laci. In my best days, saya suka membagi-bagi tugas dan memecahnya jadi potongan kecil-kecil, sehingga saya tahu apa yang sudah saya selesaikan dan apa yang belum. Leo Babauta dari Zen Habits menyarankan untuk memulai hari dengan membuat tiga tugas paling penting untuk dikerjakan (Most Important Tasks/MIT). Utamakan tiga tujuan untuk diselesaikan setiap hari, lakukan paling pertama dan selesaikan sesegera mungkin. Selain produktif, juga memberikan kita perasaan fullfilment dan berpengaruh pada kebahagiaan menjalankan hari, tentunya. Afterall, you accomplished something, hey!

Tips lain: pastikan satu tugas tersebut berkaitan dengan tujuan jangka panjang. Memulai usaha baru? Menulis buku? Be it.

Do your thing

Mengerjakan hal di luar pekerjaan bisa jadi merupakan korupsi waktu, tapi mengerjakan proyek lain di jam kerja juga bisa jadi kunci untuk produktivitas dan rasa senang dalam menjalani hari. Waktu kerja efektif secara umum adalah 4 jam dalam sehari. Selain itu, produktivitas kita memang akan menurun. Daripada mengisi waktu sepanjang hari dengan pekerjaan yang sudah pasti akan membuat stres, bila ada waktu, kerjakan proyek personal di sela-sela waktu kerja. Hal ini juga mengefektifkan weekend yang seringkali padat oleh kegiatan lain seperti teman dan keluarga. Meluangkan waktu untuk diri sendiri di tengah waktu kerja adalah refreshment yang bagus di tengah-tengah pekerjaan.

Tapi tentu saja, kerjakan hal yang tidak mencolok dan memang dapat dilakukan sewaktu kerja. Kalau suka berkebun, jangan bawa sekop dan media tanah ke kantor (tapi, menanam tanaman kecil dalam pot di dalam ruangan adalah hal yang bagus). Instead, do some research. Browsing, networking dengan teman-teman sehobi. Pursue your passion. I am doing it right now with this blog.... Viva la scheduled post :p

“Build your reputation by helping other people build theirs.”

The worst thing from working is if you're working for money, and I'm soooo guilty for this. Seringkali ketika sudah lelah dan banyak hal yang harus dikerjakan, atasan tidak mendukung dan tidak tahu harus melakukan apa, belum lagi tanggung jawab di rumah yang seakan-akan memberatkan bahu dan punggung plus duduk berjam-jam sehari, saya berpikir lakukan saja dan lakukan saja karena saya akan dapat uangnya. Pikiran bekerja tanpa mendapatkan uang memang sangat idealis dan bohong kalau kita bekerja bukan karena butuh uang, tapi jangan tergantung dengan statement tersebut karena itu juga yang membuat kita terjebak dalam boringness in loop.

Ketika melakukan hal sekecil apa pun, pikirkan manfaatnya untuk orang lain dan yang penting adalah dengan sepenuh hati--bukan dengan terpaksa. Pahami bahwa hal sekecil apa pun akan berpengaruh dengan pekerjaan. Setiap hal yang dilakukan akan berpengaruh pada usaha dan memiliki arti, bukan hal yang numpang lewat. Hal yang "terkesan" kecil seperti menelepon klien, adalah hal yang bermanfaat karena kita membantu mereka tahu tentang proyek,memberikan peluang pada perusahaan, dan kita akan senang karena sudah memberikan manfaat. Ini juga salah satu cara meditasi dalam bekerja: mindfulness thinking. Dengan memberikan tujuan serta memikirkan manfaat untuk orang lain, itulah yang membedakan kita dengan binatang yang melakukan hal sama setiap hari.

On my best days, saya akan selalu berusaha mempraktekkan hal-hal di atas dalam kehidupan. On my worst days, saya ingin terjun saja ke lembah dan tidak melakukan apa-apa. tetapi hal-hal di atas ini adalah yang selalu saya pegang setiap kali bingung, dan membuat saya semangat lagi. :) Hopefully your day will be good too!

photos by Kristie Webster.

You May Also Like

0 comments

let's share, do tell! got a blog? I'll visit yours too :)