Plan With Me, 2020

by - February 13, 2020




Ada cuitan yang bilang, Januari itu free trial. Kehidupan baru dimulai bulan Februari. Oke, hal itu juga yang membuat saya baru menerbitkan tulisan ini pada bulan Februari.

Halah bohong. Engga ding. Saya memang masih beradaptasi. He he. Sebulan menikah, ada banyak hal baru yang berpengaruh pada ritme hidup sehari-hari. Selain itu sih memang sayanya juga males dan masih ingin memanfaatkan free trial.

2019 bagi saya berlalu dengan cepat. Banyak hal yang saya biarkan mengalir saja tanpa rencana tertentu. Hal itu memang sudah saya canangkan sejak akhir tahun 2018 - dan Alhamdulillah terjadi berbagai hal yang saya syukuri (tahu-tahu nikah misalnya). 

Di sisi lain, saya juga merasakan bahwa sebaiknya saya tetap menulis resolusi dan rencana. Tidak menuliskannya menyebabkan niat dan itikad makin sering lari kemana-mana.

Kesimpulan: Meskipun saya mager garis keras, pada dasarnya saya memang planner garis keras juga.

Momen pergantian tahun memang selalu saya jadikan momen introspeksi dan perencanaan, ditulis di jurnal pribadi dan seringnya gagal; sama seperti 80% kebanyakan orang. Tidak terlalu merasa bersalah karena toh yang tahu hanya saya sendiri. Jadinya semacam tidak bertanggung jawab, ya.

Tahun ini, saya mau menuliskannya di blog biar berasa ada yang baca. Selain itu, agar saya bisa melihatnya setiap kali membuka dashboard blog. Juga untuk berbagi dengan yang kebetulan lewat dan membaca, siapa tahu bisa menyemangati juga.

Secara umum, resolusi dan rencana tahun ini terpayungi dalam satu kata saja: deliberate.

To deliberate means to carefully think or talk something through — it also means slow and measured, the pace of this kind of careful decision making. If you chose deliberately, you make a very conscious, well-thought-through choice.

Kalau tahun kemarin saya berikhtiar untuk menjalankan semuanya dengan mengalir, tahun ini saya ingin memikirkannya baik-baik. Memastikan semua yang saya lakukan memang dilakukan dengan kesengajaan. 

Pilihan-pilihan yang diambil adalah dengan niatan penuh dari diri sendiri. Dengan demikian, sebisa mungkin saya akan melakukan yang terbaik. Baik diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Nah, apa saja rinciannya?



2020 Goals and Action Plan


Financial 


Setelah pernikahan yang menguras kantong sampai titik darah penghabisan, waktunya me-reset semua dari nol. Karena sekarang saya juga punya keluarga sendiri, maka perencanaan keuangan pun otomatis harus menyesuaikan. 

Rencana jarak-sedang - alias kurang dari lima tahun - adalah membeli rumah, karena itu kami harus menabung. Kemudian, menyiapkan dana darurat untuk dua orang. Jumlahnya dua kali lipat lebih banyak daripada dana darurat sendiri.

Action plan: Menabung setiap awal bulan dengan jumlah yang sudah ditentukan. Sebelumnya memang sudah biasa, tetapi karena sekarang menggabungkan kebutuhan dua orang, masih banyak penyesuaian yang harus dilakukan. Setidaknya, sudah ada jumlah tetap yang InsyaAllah akan ditambah kalau saya bisa menemukan celah lagi.

Career


Target jangka panjang saya adalah bisa bekerja dengan waktu fleksibel, terlebih setelah menikah. Mau bagaimanapun. Itu berarti saya harus mengembangkan pekerjaan sampingan lebih baik sebagai batu loncatan untuk mencapai hal tersebut. 

Utamanya adalah membuka usaha yang sudah direncanakan sejak 2019. Hal ini harus dilakukan tanpa mengorbankan kewajiban pekerjaan tetap saya sekarang. Hayo, sanggup nggak ya? Amin.

Tambahan lagi, tentu saja, adalah blog ini. Blog ini memang tidak saya rencanakan untuk menjadi sumber penghasilan, tetapi saya ingin menjadikan blog ini lebih established - minimal dari tulisan yang rutin deh, sisanya bisa mengikuti.

Action plan: Meskipun masih lambat, saya sudah kembali mulai menulis setiap hari. Targetnya sih seminggu sekali bisa keluar satu artikel, tetapi  saya nggak akan ngoyo. Itu saja dulu, untuk lainnya menyusul di pertengahan tahun. He-he.

Recreation


Pilihan rekreasi saya di tahun 2019 lebih banyak berupa unconscious consumption. Alias scrolling sosial media. Memang selalu jadi penyakit dari tahun ke tahun, dan di akhir tahun biasanya sudah jadi kedodoran lagi. Tahun baru, mulai lagi membatasi.

Tahun ini saya ingin lebih banyak mengonsumsi konten yang bermanfaat. Entah membaca buku, mendengar podcast, atau menonton film. Pokoknya lebih sedikit konten yang pendek dan ringan serta lebih banyak konten yang menambah ilmu.

Action plan: Berdasarkan rekomendasi teman, saya mengunduh Inspigo, platform podcast yang menyajikan obrolan dengan orang-orang kreatif.  Saya mendengarkan podcast ini ketika kegiatan di rumah sedang tidak perlu berpikir banyak: memasak, menyapu, atau menyeterika.

Target lainnya adalah memulai hari tanpa sosial media serta membatasi waktu menggunakan sosial media hanya pada sore hari saja. Saya sadar sih lebih produktif kalau saya nggak langsung buka twitter di pagi hari. Tapi masih sering tergoda saja.

Waktu yang bisa saya dapatkan kembali akan saya gunakan untuk membaca buku serta menulis. Pokoknya jangan mudah tergiur dengan mindless scrolling.

Kecuali video kucing. Nggak ding.

Health


Assalamualaikum, satu bulan setelah menikah berat badan saya langsung bertambah beberapa kilo. Hahaha. Rumah saya sekarang dekat dari kantor, tetapi karena sekarang menyiapkan keperluan suami juga, jadinya sama saja seperti waktu belum menikah.

Kabar baiknya, karena sekarang saya punya dapur sendiri dan hanya memasak untuk dua orang, saya bisa lebih banyak makan sayur dan buah. Berikutnya saya harus bangun lebih pagi supaya bisa memasukkan jadwal work-out kecil-kecilan setiap pagi.

Action plan: Memasukkan lebih banyak sayur ke dalam makanan sehari-hari, yang somehow sudah tercapai. Rencana jangka panjangnya adalah melakukan meal prep. Kemudian berolahraga rutin, setiap pagi, minimal lima belas menit cukup. Semua hal besar dimulai dari hal kecil, iya kan.

Relationship


Dengan bertambahnya anggota keluarga baru, ternyata obligasi keluarga saya lebih banyak. Keluarga yang sekarang berbeda tempat tinggal, lalu keluarga besar, serta keluarga dari pihak suami. Alhamdulillah, semuanya adalah rezeki. Butuh waktu untuk menyeimbangkan cabang-cabang baru dan perubahan situasi baru.

Karena bertambah hal baru dalam keluarga itu pula, bisa jadi saya akan melupakan teman-teman karena kesibukan. Atau malah hubungan dengan diri sendiri. Sekarang sih ya, saya masih senang-senangnya bersama dengan suami, tetapi pelan-pelan saya juga harus menyesuaikan. Tidak boleh lupa dengan menyediakan waktu untuk diri sendiri dan keep in touch dengan teman-teman.

Action plan: Menelepon keluarga paling tidak seminggu sekali. Entah orangtua, nenek (keluarga ibu), atau keluarga mertua. Kadang-kadang suka malas dan keburu capek, jadi saya masih mencari waktu paling cocok untuk melakukannya. Sepertinya saya juga harus buat remindernya di kalender.

Sejauh ini, Sabtu pagi dan hari kerja sekitar pukul sepuluh - izin keluar dulu sebentar - adalah waktu yang cukup pas untuk saya.

Sementara, mencari relasi dan teman baru sepertinya belum menjadi fokus saya tahun ini. Tahun ini saya ingin tetap menjaga silaturahmi dengan teman-teman dekat. Tapi kalau relasi teman online, oh ya boleh. Hahaha.

Growth


Setiap tahun saya selalu mengevaluasi diri - apa yang saya lakukan di tahun itu, apa yang berubah dan apa yang sudah berhasil saya lakukan. Tahun 2019 ada perubahan ekstrem dari luar (menikah), dan membiarkan semua mengalir, membuat saya keteteran.

Seperti sudah saya tuliskan di atas, to be deliberate, pada akhirnya, yang saya inginkan adalah pertumbuhan. Bertumbuhnya saya menjadi orang yang lebih baik, entahlah, orang lain yang menilai. Saya ingin lebih nyaman dan sayang pada diri sendiri.

Resolusi tahun baru kebanyakan gagal di bulan kedua. Kalau saya biasanya bulan ketiga atau keempat. Semua itu biasanya saya tulis di jurnal sendiri yang tidak terlihat oleh orang lain. Sekarang saya memberanikan diri menulis di sini; semoga saya tidak bosan untuk melihat tulisan ini lagi saat malas mulai menerpa.

Apa rencana kalian di tahun 2020?

(Karena Januari hitungannya free trial, masih boleh tanya kan?)

You May Also Like

2 comments

  1. Memang bekerja di waktu yang fleksibel itu idaman banget apalagi kalo udah berkeluarga. Aku sendiri udah kepikiran lama buat ngerintis usaha biar pas menikah udah bisa planning ke yang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, huhuhu. Tapi pekerjaan tetap yang stabil di sisi lain emang bikin tenang. Doain aja semoga dapat yang terbaik dan tetep moncer 😁

      Delete

let's share, do tell! got a blog? I'll visit yours too :)