Of Wearing Fragrance, On a Budget

by - April 22, 2018



Sejak kecil, saya suka sekali parfum.

Ibu saya bukan penggemar parfum. Beliau lebih suka pakai deodoran saja. Saya nggak punya memori masa kecil menemukan botol-botol parfum atau aroma parfum tertentu dari beliau.

Tapi, nenek saya dulu adalah sales advisor untuk Avon. Setiap bulan saya dapat katalog dari beliau. Biarpun nggak pakai (karena semua buat orang dewasa, ya), tapi saya rajin membaca produk-roduk yang ditawarkan terutama wewangian. Setiap nama parfum saya baca, saya teliti foto-fotonya, saya ingat komposisinya.

Memang, membeli parfum tidak hanya soal membeli aroma, tapi juga kesan dan cerita yang ada di baliknya. Part of buying fragrances are buying the fairytale itself; itu yang membedakan rasanya membeli parfum di supermarket atau parfum refill yang daya tahannya katanya bisa menyaingi parfum aslinya.

Kalau memang ada yang daya tahannya sama dengan aroma yang mirip, mengapa harus yang mahal?

Konon 80% harga parfum berasal dari biaya untuk advertising dan membentuk imej. Membeli parfum mirip seperti membeli novel favorit atau mencari pasangan yang tepat. Parfum adalah hal yang sangat pribadi, seperti koki memberikan citarasa masakan atau penulis yang memiliki ciri khas tersendiri.

A right scent can write their own novel, dan dengan sendirinya juga memperkuat latar belakang penggunanya: diri kita sendiri.

Satu lagi yang menyebabkan parfum bisa dihargai tinggi: menurut riset, manusia mengingat aroma dan bau lebih lama daripada penglihatan, suara, rasa yang ada di lidah, dan perasaan. Orang dapat mengingat aroma dengan akurasi 65% setelah satu tahun, sedangkan ingatan visual hanya bertahan 50/50 dalam waktu seperempatnya (tiga bulan).

Manusia mengidentifikasi tanpa sadar dengan bau, dan saya juga termasuk. Hidung ini nggak sensitif sih, tapi mungkin karena kebiasaan sejak kecil juga, saya 'membangun' sesuatu dengan aroma. Dengan sendirinya, saya juga jadi tertarik. Mulai dari saat saya baru bisa beli fragrance mist murah di supermarket, sampai sekarang suka nabung sedikit-sedikit untuk beli yang sedikit berat di kantong.

Nah, jadi seperti sudah diketahui, parfum itu termasuk kebutuhan tersier dengan harga yang tersier juga. tapi saya adalah orang yang mencintai kemewahan menyukai penghematan. Hobi apa pun kalau lupa diri bisa bikin dompet kebakaran.

Kalau punya minat dengan hal mahal dengan tetap berbudget pas-pasan, bagaimana dong?

Hobi apa pun, dengan sedikit pemikiran bisa diakali. He he.

 Jenis menentukan ketahanan, tapi tidak selalu.

Parfum di pasaran dibagi dalam beberapa kategori - mulai dari eau de parfum, eau de toilette, eau de cologne, dan nama-nama lain yang bisa membuat orang awam mengernyit atau tidak memahami bedanya.

Poinnya adalah, harga memang menentukan kualitas, tapi tidak selalu. Eau de cologne dengan harga lebih mahal daripada sebuah eau de parfum dari merk yang tidak terkenal belum tentu lebih tahan lama. Malah bisa sebaliknya.

  1.  Eau de Cologne / Eau Fraiche adalah yang paling ringan, dengan konsentrasi perfume oil sekitar 2%-5%. Di pasaran, eau de cologne juga dijual dengan nama body mist atau body splash. Daya tahannya paling sebentar, sekitar 2 jam dan setelah itu harus dipakai ulang.
  2. Eau de Toilette, memiliki konsentrasi perfume oil sekitar 4%-10%. Daya tahannya bisa mencapai 4-5 jam. Jenis ini cukup banyak dijual di pasaran.
  3.  Eau de Parfum, jenis yang paling banyak dijual, memiliki konsentrasi 8%-15%, atau sekitar 5-7 jam. Cocok dipakai setelah mandi untuk seharian, tidak untuk dipakai berulang-ulang.
  4. Perfume, atau Extrait, adalah yang memiliki konsentrat paling tinggi, sekitar 25%. Ketahanannya juga tentu paling lama, bisa sehari penuh. Ini adalah jenis dengan harga yang paling mahal - biasanya diberikan dalam botol biasa, bukan botol dengan atomizer, karena pemakaiannya memang hanya dimaksudkan hanya di titik-titik nadi tertentu.

Dari penjelasan di atas, Extrait memang bisa dibilang paling menguntungkan karena paling murni, tapi harganya juga bisa jadi paling selangit. Saya cenderung memilih eau de parfum, karena ketahanannya yang medium. Dengan mematok budget dan jenis yang sudah jelas, maka kelebihan budget juga bisa dihindari.

Pahami hidung dan tandai jenis parfum yang kamu sukai.

Memang iklan yang ditunjukkan parfum itu hebat: kita bisa begitu terpengaruh dengan bagaimana mereka memberikan imej untuk parfumnya.

Saya pernah terobsesi (iya) dengan parfum perempuan bercita-rasa sportif, seperti eskulin hijau yang dibintangi Andien waktu itu. Sewaktu remaja saya terkesan dengan botol-botol lucu Anna Sui, kemudian ingin jadi wanita klasik dengan menggunakan Lancome.

Eit, tapi yang paling penting dari segala iklan itu adalah wanginya kita suka. Kalau memang sudah ada wewangian yang disukai, boleh dicek apa saja komposisi notes-nya (bisa cek di fragrantica), dan setiap memilih parfum, jadikan notes itu sebagai patokan.

Misal, kalau kita suka parfum yang manis dan segar... cari hanya parfum floral-fruity. Kalau senang dengan yang hangat dan elegan, mungkin vanila atau musk bisa jadi pilihan. Kalau suka dengan aroma yang segar dan agak maskulin, pilih citrus.

Banyak juga versi 'dupe' dari parfum mahal; di mana merk terjangkau mengeluarkan dengan komposisi aroma yang mirip. Bukan parfum palsu, lho. Knowledge is power.




Gunakan dengan tepat dan hemat.

Setelah memilih jenis parfum yang cocok, gunakan dengan benar. Siapa yang selama ini menggunakan parfum dengan cara digosok atau disemprot ke baju begitu saja?

Jangan menggunakan parfum dengan cara digosok, karena ini akan merusak struktur wanginya. Gunakan hanya di titik-titik nadi tertentu agar tersebar merata. Nadi leher, dada, siku, belakang lutut adalah tempat yang cocok agar parfum tersebar merata.

Ada orang yang benci parfum karena ingat kenang-kenangan 'eneg' atau membuat mabuk udara. Bergantung dari jenis aromanya, ada notes parfum yang bisa lebih tahan lama karena komposisi. Parfum dengan aroma 'berat', seperti vanilla atau musk, cocok dipakai saat udara dingin, karena berevaporasi dengan udara lebih lama. Sebaliknya, bila dipakai di cuaca panas, yang ada bisa bikin eneg orang lain.

Jadi hati-hati dengan pemilihan aroma, ya. Untuk cuaca panas, lebih baik memilih yang ringan seperti aroma bunga dan buah. Kalau kita memilih jenis parfum yang sesuai dengan kebutuhan seperti di no. 1, maka penggunaan parfum pun boleh jadi tidak akan boros.

Don't blind buy atau beli versi KW! Coba lewat tester, vial, atau decant.

Di kota saya, banyak tempat isi ulanng parfum dengan harga yang tidak sampai 10% dari harga aslinya. Karena bibit langsung dari pabrik, katanya, jadi bisa lebih murah.

Begitu juga dengan toko online - banyak yang menyediakan parfum dengan label "99% grade ori", "original Eropa", "Original Reject", dan "Original Singapore". Ada yang dijual dengan boks atau tanpa boks. Percayalah, semua parfum itu adalah nama lain dari parfum tiruan. Aroma dan kualitasnya sudah pasti berbeda dengan yang asli.

Saya pernah sengaja membeli yang refill untuk dibandingkan dengan yang asli. Memang karena penasaran. Aromanya memang mirip, tapi beda, lho. Mungkin kalau memang tidak berminat/tidak terlalu memikirkan, parfum KW bisa lewat Quality Check. Parfum KW dengan yang asli kemiripannya sekitar 60%-70%.

Daripada membeli yang KW atau ori reject karena ingin memakai sesuatu yang bermerk tapi bukan, lebih baik mencari versi dupe alias parfum merk lain yang aromanya setipe/mirip, tetapi asli.

Barang yang asli dengan aroma mirip akan lebih otentik dibandingkan barang palsu yang dibuat menyerupai asli. Selain itu, kita juga nggak tahu kan, apakah si parfum KW tersebut mengandung zat berbahaya atau tidak?


All Around Conclusions

Saat ini, meskipun saya "suka" parfum, bukan berarti saya punya satu lemari yang penuh dengan koleksi. Malah karena saya suka, jadinya saya memilih-milih sekali apa yang akan saya pakai dan beli. Setiap kali saya beli, saya memastikan saya memang suka.

Tidak heran meskipun saya bilang saya "suka" parfum, tetap saja saya hanya membelinya beberapa bulan sekali. Malah seringnya saya beli ukuran mini, atau hanya sampel. Maklum, menyesuaikan dengan kondisi keuangan juga.

Fragrance and lipstick for me are like clothes. It's fun to explore dan mencoba macam-macam, selain menaikkan kebahagiaan diri sendiri dan juga kepercayaan diri. Terlebih ketika menemukan barang yang bagus dengan harga murah. (Wih, kayaknya semua orang suka harga murah). Yang penting jangan sampai mengganggu kondisi keuangan keseluruhan, dan tahu pasti kapan kita bisa belanja dan kapan harus berhemat.

Hmm, kayaknya saya bakal lebih sering berbagi soal parfum ini juga sih, soalnya saya lebih suka eksplor parfum dan kalau beauty review sudah banyak yang lebih oke.

You May Also Like

12 comments

  1. Pertama-tama mau bilang kalo aku sukaaa banget sama aesthetic gambar-gambar di blog kamu. Aku juga suka content dan gaya tulisannya hihi. Love<3 Btw, link yang ke twitter nya kayaknya perlu diganti deh. Karena pas aku coba klik nggak ditemuin akun twitternya:(

    Speaking of fragrance, kebetulan banget akhir-akhir ini aku lagi browsing ttg itu. Kemarin sampe nyangkut di thread female daily judulnya "parfum yang bikin cowok klepek-klepek" haha. Btw, kamu sendiri suka wangi yang kayak apa? Ditunggu yaah post2 ttg wewangian selanjutnya hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aww, thank you so much for visiting dan juga ngingetin dead links! Sampe lupa waktu itu udah ganti handlename twitter. Sekarang masih fokus ke isi blog, sih.

      Hahaha... kayaknya saya inget deh sama thread itu ((pernah nyempil juga dia)) . Buat rencana lanjutannya, emang saya mau bahas yang nyerempet-nyerempet ke situ juga, tapi masih harus riset sama nulisin pelan-pelan. Jadi ditunggu aja yaaa termasuk lika liku parfum favorit <3

      Delete
  2. klo aku emang ga terlalu suka pake parfum. lebih doyan body mist. biasanya beli parfum pun yang kecil2 duty free beli di pesawat atau di bandara kalo lagi traveling. biasanya yang mini gitu bisa beli banyak varian tapi kecil2, dan berhubung aku ga terlalu sering pake parfum jadinya malah awet. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nhaaa iya mbak. Aku juga lebih suka beli yang kecil-kecil, soalnya biasa bunglon doyan gonta ganti ga betahan huahuahua. Sebaliknya kalau body mist, karena biasanya ukurannya gede-gede, malah sayang. Nggak kepake karena udah bosan, lalu ngejogrok begitu aja di pojok meja. Jadinya sekarang cenderung milih parfum kecil-kecil.

      Thanks for visiting! <3

      Delete
  3. Untuk parfume aku lebih suka beli yang ada ditoko kosmetik or swalayan aja cos lebih aman dan harganya juga terjangkau.

    Btw ngomongin brand Avon, emakku juga dulu pake Avon pas tahun 90 an gitu, sayang mereka harus gulung tikar dari Indonesia.

    Coolatmoshpeer.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bener kak, brand Avon parfumnya bagus-bagus, banyak juga yang jadi cult favorite. Saya termasuk yang sedih waktu avon ngga dijual di indonesia lagi :(

      Kalau parfum yang di swalayan, biasanya ketahanannya cenderung sebentar, jadi saya lebih suka nyari2 di toko lain sampe nyelip2. huehehehe.

      thanks for visiting! :D

      Delete
  4. aku banget meg beli parfum yg dikit2 biar ga rugi wkwk. Aku juga suka parfum, tapi pasti cuma pake sekali doang karena lupa touch up lagi. Aku juga ga beli kw, prefer brand drugstore aja, skrg favoritku the body shop sama bath&body works aja hehe.
    btw loving the pic!

    XOXO, Cilla
    www.mkartikandini.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heyaaa Cilla!

      Emang ya, kita mah apa selain tukang pengen ini-itu tapi ga mau keluar duit banyak #of #course. Lebih suka bbw daripada tbs, apalagi bbw pilihan aromanya banyak banget. Saking banyaknya sampai jadi pengen bablas beli banyak (nah loh). Pokoknya sekarang sabar-sabarin aja sampai ada yang abis...

      Thanks for the visit!

      Delete
  5. kalo aku mau beli parfume boleh kah ditemani kak? hihi menjiwai banget nih infonya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk teh aku temenin, kita sama2 browsing online ya :') ((anaknya browsing online mulu nih, beli parfum juga online)) hehehe soalnya suka kali ya jadi kek berapi-api. Thanks for visiting!

      Delete
  6. Hallo, thank you for sharing! Aku amazed, kamu kreatif bgt masih bisa edit-edit konten fotonya jadi seru. Keep it up!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah mampir! Hahaha... rajin diedit dulu soalnya nggak punya kamera bagus. Jadinya daripada foto pake kamera pas-pasan, mending akalin aja deh pake gambar hasil gugling yang dimodif lagi. hihihi (ketauan deh bokek)

      Delete

let's share, do tell! got a blog? I'll visit yours too :)